<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6242">
 <titleInfo>
  <title>Meninggalkan Dunia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sabdono, Erastus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">jakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Rehobot Literature</publisher>
  <dateIssued>2020</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Ebook</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Meninggalkan dunia adalah proses yang sangat berat, sebab kita telah terbiasa hidup dalam keterikatan dengan hal-hal yang bersifat duniawi. Padahal, hal meninggalkan dunia adalah kemutlakan yang tidak boleh dihindari oleh orang percaya, karena inilah harga yang harus dibayar oleh mereka yang mau memperoleh Kristus di dalam hidupnya. Berarti tanpa melepaskan semuanya dan menganggapnya sampah, orang percaya tidak akan pernah memiliki Kristus. Untuk dapat melakukan tindakan &quot;melepas semuanya&quot;, seseorang selain harus berani percaya ia juga harus belajar untuk mengenali nilai Injil, yaitu nilai Kerajaan Allah. Untuk ini, dibutuhkan penghayatan akan kurban Kristus. Penghayatan terus-menerus akan kasih Allah dan pengalaman bersama dengan Tuhan akan memperkuat gairah &quot;melepas semuanya&quot;. Dalam hal ini, Tuhan tidak memaksa seseorang membuka ruangan hidupnya bagi dia. Hal ini merupakan tatanan yang bisa menempatkan setiap individu pada pengadilan Tuhan nanti. Jadi kesediaan  meninggalkan dunia adalah persiapan terbaik atau satu-satunya untuk menghadap pengadilan Tuhan nanti.</note>
 <note type="statement of responsibility">Erastus Sabdono</note>
 <subject authority="">
  <topic>Meninggalkan Dunia</topic>
 </subject>
 <classification>241.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STAK KUPANG NPP : 5371012B0000003</physicalLocation>
  <shelfLocator>241.2 SAB m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">P0006S</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>241.2 SAB m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="261" url="" path="/78e04037042715fd755a64f2efc1db09.pdf" mimetype="application/pdf">Meninggalkan Dunia</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>MENINGGALKAN_DUNIA..jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6242</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-02 13:51:47</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-10 09:30:02</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>